Sandiaga Nilai Masyarakat Lebih Peduli Inflasi Dibandingkan Insfrastruktur

oleh
Cawapres, Sandiaga Uno berdiskusi dengan pengusaha muslim muda di kediaman Salahudin Uno. (F-Facebook/Sandiaga Salahudin Uno)

JAKARTA – Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengatakan dalam kunjungannya ke 1.000 titik di Indonesia selama masa kampanye, yang kerap didengar dari keluhan masyarakat bukanlah mengenai infrastruktur, tetapi soal kenaikan harga-harga umum atau inflasi. Kemudian keluhan merembet ke masalah penghasilan, daya beli, hingga lapangan pekerjaan.

“Di 1.000 titik yang saya kunjungi, tidak pernah ada yang bertanya tentang planning dan execution dari infrastruktur. Yang sering mereka keluhkan adalah masalah harga-harga barang pokok, penghasilan, daya beli, dan lapangan pekerjaan,” kata Sandiaga, di Jakarta, Rabu (9/1).

Sandi mengatakan infrastruktur yang dibangun saat ini rata-rata berupa jalan, baik jalan tol maupun jalan nasional. Namun menurutnya, pembangunan itu tidak dirasakan secara langsung kepada masyarakat kecil karena mereka tidak memiliki kendaraan lantaran penghasilan yang cukup minim.

“Sebenarnya, masyarakat juga mengapresiasi kehadiran infrastruktur. Namun, pemanfaatan infrastruktur hanya jadi angan-angan bagi wong cilik yang lebih banyak berkutat pada upaya memenuhi kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Kondisi ini sangat disayangkan Sandiaga di tengah klaim pemerintah bahwa inflasi kian melandai setiap tahunnya. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat kenaikan harga atau inflasi sepanjang 2018 tercatat 3,13 persen atau lebih rendah dari tahun lalu 3,61 persen. Angka inflasi ini, menurut Sandi, tak dipahami masyarakat.

“Masyarakat tidak mengerti soal angka inflasi, karena kenyataannya harganya naik. Ini kondisi soal data melawan cerita. Saya pernah ke pasar mendengar keluhan ibu-ibu harga naik, ini harusnya diapresiasi, jangan malah lawan mereka dengan data-data,” jelasnya.

Meskipun demikian, Sandiaga mengatakan infrasruktur tetap dibutuhkan, tapi dengan syarat perencanaan dan eksekusi yang baik. Sandi lagi-lagi mengutip laporan Bank Dunia yang mencatut kondisi kualitas infrastruktur yang menjadi sorotan. Namun, ia mengaku tak mau berpolemik lagi terkait laporan tersebut.

“Kami perlu telaah dengan saat hati-hati perencanaan infrastruktur. Poinnya adalah kita memang ada kelemahan di perencanaan dan eksekusi infrastruktur, namun kita harusnya jangan baper. Ini menjadi masukan bagi Prabowo-Sandi ke depan agar perencanaan dan eksekusi infrastruktur bisa lebih baik,” pungkasnya. (ihsan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *