Meski Kalah, 757 Kepri Jaya Bisa Cetak 2 Gol Ke Gawang Andritany

oleh
Dua Pemain 757 Kepri Jaya, Dimas Adiguna (25) dan Nanang Sufriyanto mencoba mengganggu Pemain Persija Jakarta, Ramdani Lestaluhu. (F-Istimewa/Bola)

BEKASI – Klub sepak bola kebanggaan warga Kepri, 757 Kepri Jaya harus mengakui kehebatan tim asal ibukota, Persija Jakarta pada leg pertama babak 32 besar Piala Indonesia di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat.

Tampil dengan sejumlah pemain terbaiknya, 757 Kepri Jaya harus rela gawangnya dibobol lima gol oleh Persija pada babak pertama. Gol tersebut dicetak Marco Simic (14′, 27′, 39′), Bruno Matos (35′) dan Novri Setiawan (38′).

Namun, pada babak kedua 757 Kepri Jaya langsung tampil beda. Dan sukses mencetak dua gol.

Gol pertama 757 Kepri Jaya dicetak oleh beknya yakni Aziz Nurdin pada menit ke 51.

Selang beberapa menit, Kapten 757 Kepri Jaya, Nanang Sufriyanto mampu membobol gawang yang dikawal Andritany. Dan mengubah skor menjadi 2-5.

Gol tersebut berawal dari proses serangan balik cepat yang gagal dihalau barisan pertahanan Persija.

Nanang Supriyanto berhasil melepaskan diri dari kawalan untuk mencetak gol rebound memanfaatkan tepisan kiper Andritany Ardhiyasa yang tak sempurna.

Sungguh sangat disayangkan, saat tengah berupaya mengejar ketinggalannya, 757 Kepri Jaya tak mampu menahan amukan pemain Persija. Sehingga, dibabak kedua mereka kebobolan 3 gol oleh Persija. Gol tersebut dicetak Marco Simic (64′, 69′) dan Bambang Pamungkas (70′).

Hingga peluit akhir ditiup wasit, skor menjadi 8-2 dan dimenangi Persija Jakarta.

Kekalahan dengan skor mencolok tersebut membuat kans 757 Kepri lolos ke babak berikutnya tertutup. Lantaran, pada leg kedua yang digelar 31 Januari 2019, mereka harus menang minimal enam gol tanpa balas.

“Pertandingan yang berat, tapi penuh dengan makna. Kami selesaikan dengan maksimal. Kami akan selesaikan peryandingan terakhir dengan maksimal, apapun hasilnya nanti,” kata pelatih 757 Kepri Regi Aditya usai laga.

Lebih lanjut, Regi menyebutkan sama sekali tidak menduga timnya bisa kalah dengan skor yang besar. Namun, ia menyadari perbedaan kualitas 757 Kepri dengan Persija terlalu jauh.

“Terus terang 8 gol di luar prediksi kami. Babak pertama tidak sesuai dengan game plan kami. Babak kedua kita coba perbaiki, melakukan sesuai skema. Tapi, tidak bisa dipungkuri fisik kami tertinggal,” ucapnya.

Sementara itu, pemain 757 Kepri Muhammad Ridho menyebut dapat pelajaran berarti dari pertandingan tersebut. Ia pun berharap timnya bisa bermain lebih baik pada leg kedua.

“Laga ini sangat berkesan. Kami bermain senang, sangat lepas melawan idola kami. Semoga kami bisa main lebih baik lagi di Batam, kami akan kerja keras lagi,” ucapnya. (oik-ihsan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *