Anaknya Diculik, Pelaku Minta Rp 50 Juta, Jika Tak Bayar Akan Dibunuh

oleh
Ilustrasi

TANAH BAMBU – Kecamatan Satui di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, dihebohkan dengan kasus penculikan anak yang terjadi Selasa (22/1). Korban penculikan berinisal VN, 12, warga Desa Satui Timur.

Kapolsek Satui Ajun Komisaris Polisi Apri membenarkan kasus penculikan tersebut. Bahkan, pelaku sempat minta uang tebusan hingga puluhan juga rupiah. Apri menceritakan, malam itu setelah salat magrib, korban pamit kepada orang tuanya untuk berangkat ngaji.

“VN biasa ngaji di Musala Subulus Salam Desa Satui Timur,” kata Apri, dikutip dari¬†Radar Banjarmasin Sabtu (26/1).

Sekitar pukul 20.30 Wita, VN tak kunjung pulang ke rumah. Orang tua VN gelisah dan bergegas menuju musala.

Sayangnya, VN tidak ada di musala tersebut. Bahkan, menurut keterangan guru ngajinya, begitu selesai ngaji, VN langsung pulang.

“Orang tua VN sempat mencari anaknya ke sejumlah tempat, namun VN tidak ditemukan,” jelas Apri.

Di saat itulah, orang tua VN menerima SMS dari orang yang tidak dikenal yang meminta uang tebusan sebesar Rp 50 juta. “Penculik minta tebusan dan mengancam akan membunuh VN apabila melapor ke polisi,” ujar Apri.

Tapi orang tua VN tetap melaporkan kejadian itu ke kantor polisi. Setelah itu, anggota polisi bersama warga bergerak melakukan pencarian. Sayangnya, hingga sehari setelah penculikan itu, VN belum juga ditemukan.

“Kami harus berhati-hati dalam melakukan pencarian ini, mengingat ada ancaman dari pelaku untuk membunuh korban,” katanya.

Pada Kamis (24/1), orang tua VN sudah menyiapkan uang tebusan dan berjanji bertemu dengan penculik di kawasan jalan tambang. Begitu sampai di lokasi yang dijanjikan, polisi hanya menemukan VN seorang diri duduk di pinggir jalan tambang.

“Waktu ditemukan, VN dalam kondisi normal. Tapi tubuhnya lemah dan seperti ketakutan,” ucap Apri, seraya menambahkan korban langsung dibawa ke Puskesmas Satui untuk mendapatkan pertolongan.

Dia mengatakan pihaknya sudah mengantongi identitas penculik. “Polisi sedang melakukan pengejaran. Semoga cepat ditangkap,” jelasnya.

Hingga sore kemarin pukul 15.30 Wita, Apri beserta anggotanya sedang melakukan pengejaran ke dalam hutan. “Ini sekarang saya masih di dalam hutan untuk menangkap pelaku. Infonya pelaku lari masuk ke dalam hutan. Nanti setelah pelaku berhasil kami ditangkap, baru kami informasikan,” pungkasnya. (red)

sumber: www.kalsel.prokal.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *